Kesehatan Dunia dalam Lima Indikator
Slideshow ini menampilkan satu bingkai untuk setiap indikator kesehatan: belanja kesehatan terhadap PDB, belanja per kapita, jumlah dokter, kematian bayi, dan tempat tidur rumah sakit. Setiap bingkai memuat diagram batang peringkat, nilai dan peringkat Indonesia, serta garis tren. Semua angka berasal dari World Development Indicators milik World Bank.
| Health spending (% of GDP) | 185 | Indonesia membelanjakan 2,7024% dari PDB untuk kesehatan, peringkat 185 dari 193 negara |
| Health spending per person | 139 | Belanja kesehatan per kapita Indonesia 131,7773 USD, peringkat 139 dari 193 negara |
| Physicians per 1,000 people | 152 | Indonesia memiliki 0,524 dokter per 1.000 orang, peringkat 152 dari 208 negara |
| Infant mortality rate | 114 | Kematian bayi di Indonesia 15,2 per 1.000 kelahiran hidup, peringkat 114 dari 196 negara |
| Hospital beds per 1,000 people | 141 | Indonesia memiliki 1,37 tempat tidur rumah sakit per 1.000 orang, peringkat 141 dari 201 negara |
Bacalah setiap bingkai secara terpisah: satuan berbeda (persen, USD, per 1.000 orang) dan jumlah negara yang tercakup juga berbeda, dari 193 hingga 208. Karena itu peringkat pada satu bingkai tidak boleh dibandingkan langsung dengan peringkat pada bingkai lain.
Poin Utama
Di antara indikator kesehatan yang tersedia, posisi Indonesia sangat berbeda-beda tergantung apa yang diukur. Angka yang paling mencolok adalah belanja kesehatan: hanya 2,7024% dari PDB pada data tahun 2024, menempatkan Indonesia di peringkat 185 dari 193 negara — jauh di bawah nilai dunia 10,0163%, dan berada di kelompok terbawah bersama Suriah (2,71%) dan Angola (2,5469%). Belanja per kapita pun 131,7773 USD, peringkat 139 dari 193, sementara nilai dunia 1.317,1672 USD. Di sisi tenaga dan fasilitas, Indonesia mencatat 0,524 dokter per 1.000 orang (peringkat 152 dari 208) dan 1,37 tempat tidur rumah sakit per 1.000 orang (peringkat 141 dari 201), keduanya di bawah nilai dunia. Yang bergerak paling jelas ke arah membaik adalah angka kematian bayi: 15,2 per 1.000 kelahiran hidup (peringkat 114 dari 196), lebih rendah dari nilai dunia 27,7.
*Sumber: World Bank, World Development Indicators (SH.XPD.CHEX.GD.ZS, SH.XPD.CHEX.PC.CD, SH.MED.PHYS.ZS, SP.DYN.IMRT.IN, SH.MED.BEDS.ZS).*
Nilai Terbaru Indikator Utama
Indikator pertama adalah belanja kesehatan terhadap PDB. Nilai terbaru Indonesia adalah 2,7024%, peringkat 185 dari 193 negara yang tercakup, dengan tahun data 2024. Nilai dunia untuk indikator yang sama adalah 10,0163%, sehingga Indonesia berada sekitar 7,3 poin persentase di bawahnya — kurang dari sepertiga tingkat dunia. Perlu dicatat bahwa ini adalah rasio terhadap ukuran ekonomi, bukan jumlah rupiah atau dolar yang dibelanjakan, sehingga angkanya juga dipengaruhi oleh besarnya PDB sebagai penyebut.
*Sumber: World Bank, Current health expenditure (% of GDP), SH.XPD.CHEX.GD.ZS.*
Wajah Kelompok Atas dan Bawah
Pada belanja kesehatan terhadap PDB, kelompok teratas diisi Tuvalu 27,0897%, Nauru 18,2108%, AS 16,6941%, Afganistan 14,9858%, Kepulauan Marshall 13,4053%, Liberia 13,0057%, dan Mikronesia 12,8809%, disusul Jerman 12,2666% dan Austria 11,8326%. Daftar ini memperlihatkan bahwa rasio tinggi tidak hanya milik negara berpendapatan tinggi: negara kepulauan kecil dan negara dengan porsi dana bantuan besar juga muncul di atas, karena penyebut PDB-nya kecil.
Di kelompok bawah terdapat Laos 1,3265%, Bangladesh 2,1701%, Brunei 2,2286%, Jibuti 2,2832%, Guyana 2,4667%, Pakistan 2,5199%, dan Qatar 2,5236%. Di sini pun ada negara berpendapatan tinggi seperti Brunei dan Qatar, yang menunjukkan pola yang sama dari arah sebaliknya. Indonesia dengan 2,7024% berada di kelompok bawah ini, pada peringkat 185, sedikit di atas Angola 2,5469% dan sedikit di bawah Suriah 2,71%. Untuk perbandingan, pada indikator lain posisi Indonesia lebih ke tengah: kematian bayi 15,2 per 1.000 (peringkat 114 dari 196) berada jauh dari kelompok terbawah yang diisi Sudan Selatan 71,9 dan Nigeria 69,8.
*Sumber: World Bank, SH.XPD.CHEX.GD.ZS dan SP.DYN.IMRT.IN.*
Bagaimana Berubah dalam Sepuluh Tahun
Belanja kesehatan Indonesia terhadap PDB bergerak di kisaran sempit: 2,9143% pada 2012, lalu 2,8786% pada 2019, naik ke 3,4207% pada 2020 dan 3,7063% pada 2021, kemudian turun ke 2,6939% pada 2022 dan 2,7024% pada 2023 — kembali ke tingkat yang lebih rendah dari awal periode. Belanja per kapita tercatat 105,8543 USD pada 2012 dan 131,7773 USD pada 2023; angka ini dinyatakan dalam dolar AS berjalan, sehingga perubahan nilai tukar ikut terkandung di dalamnya dan besarnya kenaikan sebaiknya tidak dibaca sebagai kenaikan riil.
Arah yang paling konsisten ada pada kematian bayi: turun setiap tahun dari 23,9 per 1.000 pada 2013 menjadi 15,2 pada 2024, yaitu penurunan 8,7 poin. Jumlah dokter per 1.000 orang naik dari 0,131 pada 2003 menjadi 0,688 pada 2021, lalu tercatat 0,681 pada 2022 dan 0,524 pada 2023. Tempat tidur rumah sakit naik dari 0,81 per 1.000 pada 2012 menjadi 1,4 pada 2022 dan 1,37 pada 2023.
*Sumber: World Bank, SH.XPD.CHEX.GD.ZS, SH.XPD.CHEX.PC.CD, SH.MED.PHYS.ZS, SP.DYN.IMRT.IN, SH.MED.BEDS.ZS.*
Dibandingkan Negara-Negara Terdekat
Terhadap PDB, Indonesia 2,7024% berada di bawah Tiongkok 5,9439% (selisih 3,24 poin), Korea Selatan 8,6766%, Jepang 10,7398%, UK 11,1334%, Prancis 11,5353%, Jerman 12,2666%, dan AS 16,6941% (selisih 13,99 poin). Untuk belanja per kapita, Indonesia 131,7773 USD dibanding Tiongkok 763,3776 USD (sekitar 5,8 kali lebih besar), Korea Selatan 3.136,7856 USD, Jepang 3.638,1929 USD, dan AS 13.473,1934 USD (sekitar 102 kali).
Pada tenaga medis, 0,524 dokter per 1.000 orang di Indonesia dibandingkan Tiongkok 3,112, Korea Selatan 2,61, Jepang 2,649, UK 3,301, Prancis 3,281, AS 3,681, dan Jerman 4,534 — semuanya beberapa kali lebih tinggi. Untuk tempat tidur, 1,37 per 1.000 di Indonesia berada di bawah UK 2,42 dan AS 2,68, dan jauh di bawah Korea Selatan 12,81 serta Jepang 12,59. Pada kematian bayi, 15,2 per 1.000 di Indonesia dibandingkan Tiongkok 4,1, UK 4,1, AS 5,5, Prancis 3,4, Jerman 3,1, Korea Selatan 2,3, dan Jepang 1,8.
*Sumber: World Bank, SH.XPD.CHEX.GD.ZS, SH.XPD.CHEX.PC.CD, SH.MED.PHYS.ZS, SH.MED.BEDS.ZS, SP.DYN.IMRT.IN.*
Cara Membaca Angka Ini
Rasio terhadap PDB dipengaruhi penyebutnya, sehingga negara dengan ekonomi kecil atau ekonomi yang sedang menyusut cenderung tampil lebih tinggi; angka tinggi pada daftar teratas tidak dengan sendirinya berarti layanan kesehatannya lebih lengkap. Belanja per kapita dinyatakan dalam dolar AS berjalan, sehingga pergerakan nilai tukar mempengaruhi baik perbandingan antarnegara maupun perbandingan antartahun. Untuk jumlah tempat tidur, perlakuan terhadap tempat tidur perawatan jangka panjang dan psikiatri berbeda antarnegara, dan jumlah yang lebih banyak tidak otomatis berarti mutu layanan lebih baik. Definisi dokter (praktisi klinis atau pemegang izin) serta tahun pengumpulan data juga tidak seragam.
Selain itu, jumlah negara yang tercakup berbeda antarindikator (193 hingga 208) dan tahun terbaru juga berbeda (2023 sampai 2024), sehingga peringkat pada satu indikator tidak dapat langsung disandingkan dengan peringkat pada indikator lain. Daftar teratas beberapa indikator juga memuat unit statistik yang bukan negara berdaulat, seperti Kepulauan Virgin Amerika Serikat, Greenland, dan CHI. Data ini umumnya diperbarui sekitar setahun sekali dan dapat direvisi, sehingga hubungan sebab-akibat antara besarnya belanja dan hasil kesehatan tidak dapat diuji hanya dari angka-angka ini.
*Sumber: World Bank, World Development Indicators (kelima indikator di atas).*
Belanja kesehatan (% PDB) dalam peta dan grafik
| Peringkat | Negara / wilayah | % |
|---|---|---|
| 1 | Tuvalu | 27.09 |
| 2 | Nauru | 18.21 |
| 3 | AS | 16.69 |
| 4 | Afganistan | 14.99 |
| 5 | Kepulauan Marshall | 13.41 |
| 183 | Etiopia | 2.8 |
| 184 | Suriah | 2.71 |
| 185 | Indonesia | 2.7 |
| 186 | Angola | 2.55 |
| 187 | Qatar | 2.52 |
| 191 | Brunei | 2.23 |
| 192 | Bangladesh | 2.17 |
| 193 | Laos | 1.33 |
Tabel dimulai dari Tuvalu 27,0897% dan Nauru 18,2108%, lalu berakhir di Bangladesh 2,1701% dan Laos 1,3265%. Indonesia muncul di bagian bawah tabel, di antara Suriah 2,71% dan Angola 2,5469%.
Batangnya sangat tidak merata: ujung atas lebih dari 20 kali ujung bawah. Garis tren Indonesia naik ke 3,7063% pada 2021 lalu kembali ke 2,7024% pada 2023.
Bandingkan negara
Belanja kesehatan per kapita
| Peringkat | Negara / wilayah | US$ |
|---|---|---|
| 1 | AS | 13,473 |
| 2 | Swiss | 11,784 |
| 3 | Liechtenstein | 11,495 |
| 4 | Norwegia | 8,296 |
| 5 | Luksemburg | 8,170 |
| 137 | Mesir | 141.41 |
| 138 | Sri Lanka | 134.24 |
| 139 | Indonesia | 131.78 |
| 140 | Lesotho | 122.64 |
| 141 | Kamboja | 114.56 |
| 191 | Somalia | 22.37 |
| 192 | Sudan | 21.08 |
| 193 | Madagaskar | 17.44 |
Puncak tabel diisi AS 13.473,1934 USD, Swiss 11.783,6699 USD, dan Liechtenstein 11.494,959 USD; dasarnya Madagaskar 17,44 USD dan Sudan 21,0831 USD. Indonesia berada di paruh bawah, jauh dari kedua ujung ekstrem.
Jarak antarnegara paling lebar di indikator ini — ujung atas ratusan kali ujung bawah. Tren Indonesia bergerak dari 105,8543 USD (2012) ke 131,7773 USD (2023), dengan puncak 158,8976 USD pada 2021.
Jumlah dokter (per 1.000 penduduk)
Kuba 9,542 dan Monako 8,609 memimpin tabel, sedangkan Niger 0,038 dan Sudan Selatan 0,041 menutupnya. Indonesia berada di paruh bawah, di bawah Korea Selatan 2,61 dan Jepang 2,649.
Batang menurun tajam dari sekitar 9 ke bawah 0,05 per 1.000 orang. Garis tren Indonesia naik dari 0,131 (2003) ke 0,688 (2021), lalu tercatat 0,524 pada 2023.
Angka kematian bayi
| Peringkat | Negara / wilayah | per 1.000 |
|---|---|---|
| 1 | San Marino | 1.2 |
| 2 | Estonia | 1.5 |
| 3 | Belarus | 1.8 |
| 4 | Jepang | 1.8 |
| 5 | Slovenia | 1.8 |
| 112 | Suriname | 14.8 |
| 113 | Moldova | 15.1 |
| 114 | Indonesia | 15.2 |
| 115 | Lebanon | 15.3 |
| 116 | Saint Lucia | 15.8 |
| 194 | Niger | 65.6 |
| 195 | Nigeria | 69.8 |
| 196 | Sudan Selatan | 71.9 |
San Marino 1,2 dan Estonia 1,5 berada di puncak, sementara Sudan Selatan 71,9 dan Nigeria 69,8 di dasar tabel. Indonesia ada di sekitar pertengahan daftar, jauh dari kedua ujung.
Ini satu-satunya indikator dengan tren Indonesia yang turun setiap tahun: 23,9 (2013) menjadi 15,2 (2024). Jarak antara ujung atas dan bawah tabel sekitar 60 poin.
Tempat tidur rumah sakit (per 1.000 penduduk)
| Peringkat | Negara / wilayah | per 1.000 |
|---|---|---|
| 1 | Monako | 21.99 |
| 2 | Kepulauan Virgin Amerika Serikat | 18.68 |
| 3 | Greenland | 14.35 |
| 4 | Korea Selatan | 12.81 |
| 5 | Korea Utara | 12.8 |
| 139 | Yordania | 1.41 |
| 140 | Jibuti | 1.4 |
| 141 | Indonesia | 1.37 |
| 142 | Kenya | 1.33 |
| 143 | Ekuador | 1.32 |
| 199 | Mali | 0.25 |
| 200 | Burkina Faso | 0.2 |
| 201 | Chad | 0.15 |
Monako 21,99 memuncaki tabel, diikuti Kepulauan Virgin Amerika Serikat 18,68 dan Greenland 14,3534 — sebagian bukan negara berdaulat. Indonesia di paruh bawah, di bawah UK 2,42 dan AS 2,68.
Sebaran melebar dari sekitar 22 hingga 0,15 per 1.000 orang. Tren Indonesia naik bertahap dari 0,81 (2012) ke 1,4 (2022) dan 1,37 (2023).